Dalam perjalanan singkat ini, ingin
ku bagikan cerita tentang bayang yang luruh bersama waktu. Ketika banyak khilaf
yang menghiasi warna hidup yang pernah ditorehkan oleh lisan dan perbuatan
seorang manusia yang memang selalu salah.
Biarkan maaf kini menjembatani
semuanya. Menunggu hingga gelap itu turun, lenyap tersapu singkat cahaya hingga
membuat semuanya jelas. Membuatnya berpadu, hingga jawaban itu kini tergenapi.
Kita yang pernah ada, kini
tertinggal jauh dalam bayang masa lalu, menggantung dalam kenangan. Jalan yang
kini berbeda, tak harus menjadikan kita kini berubah menjadi orang asing,
bukan? Tapi seperti inilah takdir itu kini. Tentang kebutuhan yang selesai
terpenuhi. Sampai disini batas itu, saat tidak ada lagi keperluan-keperluan
yang menjalinnya.
Kini kita kembali berjalan menjadi
orang asing. Bukan, membicarakan tentang masa lalu. Bukan sama sekali. Aku
menghargai semuanya yang pernah hidup dalam bayang tentang kita. Dan kuharap
kini pun, saat semuanya berubah asing.Saat perjalanan tiap-tiap dari kita
berbeda. Saat putusan-putusan kita yang tidak lagi sama. Saat pikiran-pikiran
kita yang tidak lagi sejalan. Aku berharap hormati saja untuk itu. Tanpa kita
harus menginterpensi keputusan dari yang lain. Dan mengatakan tentang betapa
hebatnya pilihan-pilihan kita.
Karena setiap orang punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu. Caramu tentu tidak sama dengan caraku. Begitu juga sebaliknya. Karena kita berdua sama-sama sedang mencari takdir kita. Dan aku menghormatinya untuk itu.
Karena setiap orang punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu. Caramu tentu tidak sama dengan caraku. Begitu juga sebaliknya. Karena kita berdua sama-sama sedang mencari takdir kita. Dan aku menghormatinya untuk itu.
.jpg)

