Selasa, 12 Juni 2012

BEDA


Dalam perjalanan singkat ini, ingin ku bagikan cerita tentang bayang yang luruh bersama waktu. Ketika banyak khilaf yang menghiasi warna hidup yang pernah ditorehkan oleh lisan dan perbuatan seorang manusia yang memang selalu salah.
Biarkan maaf kini menjembatani semuanya. Menunggu hingga gelap itu turun, lenyap tersapu singkat cahaya hingga membuat semuanya jelas. Membuatnya berpadu, hingga jawaban itu kini tergenapi.
Kita yang pernah ada, kini tertinggal jauh dalam bayang masa lalu, menggantung dalam kenangan. Jalan yang kini berbeda, tak harus menjadikan kita kini berubah menjadi orang asing, bukan? Tapi seperti inilah takdir itu kini. Tentang kebutuhan yang selesai terpenuhi. Sampai disini batas itu, saat tidak ada lagi keperluan-keperluan yang menjalinnya.
Kini kita kembali berjalan menjadi orang asing. Bukan, membicarakan tentang masa lalu. Bukan sama sekali. Aku menghargai semuanya yang pernah hidup dalam bayang tentang kita. Dan kuharap kini pun, saat semuanya berubah asing.Saat perjalanan tiap-tiap dari kita berbeda. Saat putusan-putusan kita yang tidak lagi sama. Saat pikiran-pikiran kita yang tidak lagi sejalan. Aku berharap hormati saja untuk itu. Tanpa kita harus menginterpensi keputusan dari yang lain. Dan mengatakan tentang betapa hebatnya pilihan-pilihan kita.
Karena setiap orang punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu. Caramu tentu tidak sama dengan caraku. Begitu juga sebaliknya. Karena kita berdua sama-sama sedang mencari takdir kita. Dan aku menghormatinya untuk itu.

Selasa, 22 Mei 2012

Akan tiba saatnya
Dimana kita harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Tapi karena kita menyadari bahwa
Dia akan lebih bahagia
Jika kita melepaskannya

Tulisan lama dua orang sahabat "Z n M"


Doa hari ini

Ketabahan

Ketika seluruh dunia semakin suram
Dan semua tampak tidak begitu jelas,
Ketika bayang-bayang tampak mulai menggantung
Tuhan, tabahkanlah aku.
Ketika segalanya telah dicoba
Dan kelihatannya tidak ada jalan,
Buatlah aku tetap ingat
Kadang-kadang perjalanan memang lambat.
Aku mungkin hanya perlu berhenti dan beristirahat
Sepanjang lintasan yang kutempuh,
Saatnya untuk mencoba mengerti
Dan berbincang dengan Tuhan.
Setelah kudapat kekuatan baru untuk lanjut
Tanpa ragu atau takut,
Bagaimana aku tahu masalah akan beres,
Maka, tabahkanlah aku.



Diadaptasi oleh tulisan Anne Stortz "Chiken Soup for the Unsinkable Soul"

Selasa, 15 Mei 2012

Ruang kosong yang punya nama

 
Aku kehilangan ragaku
Saat jiwaku menembus
Dimensi abstrak yang hidup 
Dalam keanehan cinta dan Kau. . .

Hitam tersapu gelapnya
Saat putih melukis kelugasan
Disetiap jengkal nafas dan Kau. . .

Diam

Aku terhayut dalam pusaran liar yang kini membuatku terjengkal. Jauh. . . Dalam waktu yang kini semakin hidup dengan teman lamanya sepi. Bermain dalam agenda yang hanya mereka berdua mampu untuk pahami. Aku memandanginya dari jauh, tanpa bias dan suara yang mampu membuat hadir ku terasa nyata. Tapi kurasa saat ini, kemampuan yang tersisa itu hanyalah diam. Menunggu gerak waktu untuk membuatnya memperoleh jawab. Untuk bertemu. Bukan lagi tentang kata-kata.Yang tinggal nantinya hanyalah diam dalam konteks ruang waktu yang mampu indra ini pahami. Lebih dari itu, semuanya akan luruh satu per satu. Hingga tak ada lagi ruang sesak yang ada untuk hati. Semuanya, dan kita hanya belajar untuk memahaminya. Dalam diam kini. . .