Jiwa
terserak menuju ranah yang kini kita namakan hidup
Menuju
pintu ke tempat yang kita katakan ini dunia
Bumi,
tempat berpijak, berpinak, bahkan untuk tidak berprikemanusiaan
Ketika
, jiwa melayang bagai kabut saat Tuhan memberi izin untuknya hadir
Bagi
raga yang akan membuatnya nyata
Bersama
jiwa dimana raga menemukan eksistensinya
Menyatu
atas izin Tuhan
Jiwa
yang tak tampak, dengan dimensinya yang berbeda
Menjadi
nyata ketika raga membuka pintu menuju tempatnya bernaung
Membuatnya
menuju rumah untuk mengungkapkan keberadaanya
Pikiran,
perasaan, dan nafsu
Sebagai bentuknya, jiwa
Seperti
dua sisian mata uang logam
Menyatu,
tapi tak pernah satu
Satu,
tapi sebenarnya adalah dualisme yang berbeda
Seperti
jiwa, raga tidak akan pernah ada untuk hidup
Jika
tidak ada jiwa hadir mengisi bagiannya
Yang
menjadikan raga memiliki arti
Indra,
serta mekanisme tubuh
Sebagai
bentuknya, raga
Ketika
kemudian keduanya menyatu
Dan
semua kini semakin jelas
Dari
dualisme menjadi monoteisme
Menjelma
menjadi seorang manusia.
~R~