Rabu, 11 April 2012

TEMAN

Teman. . . Masihkah Sahabat menjadi ruang untuk kita menjalin rasa dan asa.

Izinkan, aku membahasakan bahasa rindu karena tidak kutemukan dirimu lagi dalam jalur dimana kita pernah ada.
Sejenak rasa yang selama ini mengisi jejak udara yang kita hirup dan kita cerap, kudapati berubah. Mungkin itu hanya perasaanku… Tidak ada yang salah dari ini. Aku tahu. . . Aku tidak kehilangan fisikmu sama sekali, karena kau masih ada. Masih ada di dekatku, begitu dekat dalam ruang yang kita tempati untuk hidup. Hanya saja aku tidak menemukan jiwa yang pernah hidup dalam ingatan tentang kita. Aku merasa telah kehilangan itu.
Tidak ada yang salah dari itu teman. . . Tidak ada yang salah. Maaf untuk segala perasaan kehilangan ini. Yah, seperti kita sama-sama tahu. Hidup ini realistis, seperti katamu. Aku pun percaya itu. Hidup ini seperti aliran air, mengalir dan mengalirkan segalanya. Aku pun tahu tidak ada yang konstan dalam hidup yang dinamis ini. Semuanya harus berubah mengikuti wajah dunia yang setiap saat akan berubah mengikuti putarannya. Kita dan semua yang pernah ada adalah serangkaian kecil potongan puzzle yang ada dalam hidupku dan hidupmu. Aku percaya, aku dan kenangan tentang kita adalah tempat persinggahanmu sejenak untuk kemudian kau melangkah menuju hidupmu sebagai tujuan. Kesebuah rangkaian berbagai puzzle yang kemudian membentuk gambar sebagai tujuannya.
Teman. . . ada orang bijak yang berkata, sahabat adalah tempat dimana ketika kau bercermin, ketika kau melihat kedalam dia, seketika kau menemukan keutuhanmu tergambar.  Sahabat bukan sekedar karena kesamaan suka ataupun duka yang menjalinnya. Sahabat bukan hadir dan menjelma hanya karena materi yang mengikutinya. Bukan juga yang selalu mengiyakan yang kau katakan dan memuji kehebatan dirimu. Dia yang selalu tinggal, saat semuanya menghilang. Dia yang selalu hadir saat semuanya pergi.
Teman, izinkan aku belajar untuk jadi seperti itu. . . karena aku percaya walaupun dunia ini berubah, dan semua yang mengikutinya ikut berubah. Namun tidak ada yang pergi dari ingatan. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Seperti halnya dirimu. . . Walau nanti aliran ini akan memecah dua. Ketika akhirnya kita sama-sama telah berubah kemudian.  

0 komentar:

Posting Komentar