Teman.
. . Masihkah Sahabat menjadi ruang untuk kita menjalin rasa dan asa.
Izinkan, aku
membahasakan bahasa rindu karena tidak kutemukan dirimu lagi dalam jalur dimana
kita pernah ada.
Sejenak rasa yang
selama ini mengisi jejak udara yang kita hirup dan kita cerap, kudapati
berubah. Mungkin itu hanya perasaanku… Tidak ada yang salah dari ini. Aku tahu.
. . Aku tidak kehilangan fisikmu sama sekali, karena kau masih ada. Masih ada
di dekatku, begitu dekat dalam ruang yang kita tempati untuk hidup. Hanya saja
aku tidak menemukan jiwa yang pernah hidup dalam ingatan tentang kita. Aku merasa
telah kehilangan itu.
Tidak ada yang salah
dari itu teman. . . Tidak ada yang salah. Maaf untuk segala perasaan kehilangan
ini. Yah, seperti kita sama-sama tahu. Hidup ini realistis, seperti katamu. Aku
pun percaya itu. Hidup ini seperti aliran air, mengalir dan mengalirkan
segalanya. Aku pun tahu tidak ada yang konstan dalam hidup yang dinamis
ini. Semuanya harus berubah mengikuti wajah dunia yang setiap saat akan berubah
mengikuti putarannya. Kita dan semua yang pernah ada adalah serangkaian kecil
potongan puzzle yang ada dalam hidupku dan hidupmu. Aku percaya, aku
dan kenangan tentang kita adalah tempat persinggahanmu sejenak untuk kemudian
kau melangkah menuju hidupmu sebagai tujuan. Kesebuah rangkaian berbagai puzzle yang
kemudian membentuk gambar sebagai tujuannya.
Teman. . . ada orang
bijak yang berkata, sahabat adalah tempat dimana ketika kau bercermin, ketika
kau melihat kedalam dia, seketika kau menemukan keutuhanmu tergambar. Sahabat bukan sekedar karena kesamaan suka
ataupun duka yang menjalinnya. Sahabat bukan hadir dan menjelma hanya karena materi
yang mengikutinya. Bukan juga yang selalu mengiyakan yang kau katakan dan
memuji kehebatan dirimu. Dia yang selalu tinggal, saat semuanya menghilang. Dia yang selalu hadir saat semuanya pergi.
Teman, izinkan aku belajar
untuk jadi seperti itu. . . karena aku percaya walaupun dunia ini berubah, dan
semua yang mengikutinya ikut berubah. Namun tidak ada yang pergi dari ingatan.
Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan. Seperti halnya dirimu. . . Walau
nanti aliran ini akan memecah dua. Ketika akhirnya kita sama-sama telah berubah
kemudian.
0 komentar:
Posting Komentar