Senin, 02 April 2012

Manusia




Jiwa terserak menuju ranah yang kini kita namakan hidup
Menuju pintu ke tempat yang kita katakan ini dunia
Bumi, tempat berpijak, berpinak, bahkan untuk tidak berprikemanusiaan
Ketika , jiwa melayang bagai kabut saat Tuhan memberi izin untuknya hadir
Bagi raga yang akan membuatnya nyata
Bersama jiwa dimana raga menemukan eksistensinya
Menyatu atas izin Tuhan
Jiwa yang tak tampak, dengan dimensinya yang berbeda
Menjadi nyata ketika raga membuka pintu menuju tempatnya bernaung
Membuatnya menuju rumah untuk mengungkapkan keberadaanya
Pikiran, perasaan, dan nafsu
Sebagai bentuknya, jiwa                        
Seperti dua sisian mata uang logam
Menyatu, tapi tak pernah satu
Satu, tapi sebenarnya adalah dualisme yang berbeda
Seperti jiwa, raga tidak akan pernah ada untuk hidup
Jika tidak ada jiwa hadir mengisi bagiannya
Yang menjadikan raga memiliki arti
Indra, serta mekanisme tubuh
Sebagai bentuknya, raga
Ketika kemudian keduanya menyatu
Dan semua kini semakin jelas
Dari dualisme menjadi monoteisme
Menjelma menjadi seorang manusia.
                                                                                           ~R~

0 komentar:

Posting Komentar